Beberapa hari ke belakang, malam bukanlah lagi teman. Saya merasa tidak suka dengan larutnya, warna nya, dan detik-detik malam yang seakan menjadi lebih cepat dari biasanya.
Ketidaksukaan saya pada malam dimulai dengan tuntutan saya dalam mencari uang. Saya harus bekerja hingga suasana menjadi gelap tanpa matahari menyinari, hingga hanya ada abu-abu dan hitam diatas sana.
Jujur,saya hanya ingin pulang ketika sinar itu masih ada. Alasan saya hanya 1. Dia. Dia yang selalu menunggu sendiri hingga kedatangan saya dipeluknya. Saya merasa waktu saya menjadi sedikit untuknya, cerita saya hanya terbatas pada menit yang mengejar.
Ketika semua itu direnggut oleh suramnya malam, saat itu juga malam menjadi musuh.
Ketidaksukaan saya pada malam dimulai dengan tuntutan saya dalam mencari uang. Saya harus bekerja hingga suasana menjadi gelap tanpa matahari menyinari, hingga hanya ada abu-abu dan hitam diatas sana.
Jujur,saya hanya ingin pulang ketika sinar itu masih ada. Alasan saya hanya 1. Dia. Dia yang selalu menunggu sendiri hingga kedatangan saya dipeluknya. Saya merasa waktu saya menjadi sedikit untuknya, cerita saya hanya terbatas pada menit yang mengejar.
Ketika semua itu direnggut oleh suramnya malam, saat itu juga malam menjadi musuh.
Comments
Post a Comment